





















Bertemu karena takdir, itu klise. Tapi kami mengalaminya. Berawal dari sapaan yang sederhana, lalu tumbuh jadi tawa, jadi cerita, jadi doa.
Seakan semesta mendukung semua langkah kecil kami, dengan berjalanya waktu, rasa itu tumbuh. Rasa itu berakar kuat satu dengan lainya, cukup untuk kami saling percaya jika ini adalah kehendak Tuhan.
Jatuh cinta kali ini membuat kami menemukan rumah disetiap kehadiran. Memang perjalananya tidak mudah cukup terjal dan berbatu, tapi kami tetap saling mengenggam. Lalu memutuskan untuk melangkah satu step kedepan.