








Perjalanan kami dimulai pada tahun 2016, saat Piko mengajak Dina untuk bersama dalam satu tujuan di organisasi KMKL. Dalam kerja sama itu, kami saling mengenal lebih dekat, saling melengkapi. Dua manusia dengan sifat yang ibarat siang dan malam, satu penuh ide selangit, satu lagi setia menapaki bumi. Tak ada yang menyangka, dari obrolan tugas dan rapat panjang, benih-benih rasa mulai tumbuh. Ya, cinlok katanya. Tapi ini bukan cinlok biasa, ini cinlok yang diam-diam merajut cerita.
Hingga pada 2017, Piko mengungkapkan perasaan untuk menjadikan Dina lebih dari sekadar teman perjuangan melainkan menjadi teman sejiwa. Niat itu diterima Dina, dan sejak itu kami menapaki perjalanan cinta, ditempa waktu dan jarak. Hari berganti, bulan berlari, mereka sepakat untuk saling menggenggam hati. Tujuh tahun sudah perjalanan itu terlewati. Tiga tahun di antaranya ditempa jarak rindu yang hanya bisa terbayar tiap enam bulan sekali. Tapi nyatanya, jarak justru menguatkan. Sisanya, mereka akhirnya bisa berbagi hari tanpa jeda, tanpa peta, tanpa batas.
Dan tahun ini, setelah semua suka, duka, tawa, dan air mata, Piko kembali menyatakan niatnya. Mengajak Dina melangkah ke jenjang pernikahan. Dengan tulus Dina menerima, dan semesta mendukung langkah kami menuju hari bahagia 5 Juli 2025. Sudah waktunya cinta ini dilabuhkan, diikat dalam janji suci. Karena pada akhirnya, dua hati ini tahu perjalanan ini bukan sekadar cerita, ini adalah rumah. Rumah yang mereka bangun bersama.